Aside

Hadirnya insan bernama manusia dalam hidup silih berganti. Ada antaranya yang amat diperlukan, amat dihargai. Juga antaranya, tidak dijangkakan.

 

Apakah maksud kehadiran seorang lelaki dalam hidup seorang wanita? Begitu juga sebaliknya. Di saat tidak perlukan teman daripada kalangan bukan sejenis, telah didatangkan pada kita.

Ya, ujian barangkali. Namun, waktu itu, sukar untuk kita berpijak pada nyata. Lalu ternoda dek arus yang datang pada saat itu. Terlupa bahawa tidak semua yang Allah berikan itu adalah suatu takdir, boleh jadi ia didatangkan sebagai ujian semata.

Namun, kerana terlalu mda untuk memahami setiap pemberian daripada Allah itu berbeza maksudnya. Lalu terjerumuslah kita ke dalam lembah yang menggelapkan kesucian kita sebagai hamba-Nya. Hamba-Nya yang sebelum ini mendambakan kasih hanya pada-Nya. Hamba-Nya yang sebelum itu sangat menjaga kesucian diri dan maruah diri. Tetapi, tidak lagi selepas itu.

Kehadiran setiap individu dalam hidup ini perlu dinilai dari aspek yang berbeza. Ada yang baik untuk kita, dan mungkin juga sebaliknya. Kerana Allah itu sentiasa menduga keimanan hamba-hamba-Nya. Sejauh mana kita benar-benar berpegang pada prinsip ketaatan kita pada-Nya.

Nikmatnya sangat besar. Sama besar dengan ujian yang didatangi-Nya. Mungkin pemberian-Nya membuatkan kita gembira, bahagia, dan kita mula leka kembali dengan nikmat itu. Sedangkan ia mungkin hanya ujian kedua sama seperti yang pernah berlaku sebelum ini. 

Juga, kebarangkalian itu merupakan suatu balasan pada titik-titik noda yang pernah kita hadapi sebelumnya. Konsep kehidupan. Tidak semudah itu kita bisa merungkaikan apakah maksud sebenar akan sesuatu pemberian daripada Allah.

Mungkin sesuatu yang kita suka itu tidak baik untuk kita. Ia mungkin dilihat dapat membahagiakan jiwa namun sebaliknya, berkemungkinan ia akan memakan sedikit demi sedikit keimanan kita. Pada yang lemah imannya, terus dibuai lena dek kemanisan itu. Tanpa sedikit pun memikirkan kepahitan yang bakal menjelma.

Benarlah;

“Kepahitan itu perit untuk diterjemahkan, namun sekurang-kurangnya kita akan menemui jalan kebaikan setelahnya. Namun, kemanisan itu sangat asyik di pelayaran, sedikit pun kita tidak terfikir ia bakal mengundang kehancuran setelahnya.”

Justeru? Apa yang perlu kita lakukan? Semestinya kita perlu muhasabah diri, setiap yang berlaku itu perlu dirujuk semula kepada Allah. Bukan terus saja diambil mentah-mentah dalam hidup kita. Berhati-hati itu lebih baik dari terburu-buru. Namun kita hanya insan biasa. Kadang terlupakan-Nya. Begitulah bak bait-bait lagu Opick dalam ritma iramanya;

“Meski ku rapuh dalam langkah, kadang tak setia kepada-Mu, namun cinta dalam jiwa, hanyalah pada-Mu.”

Itulah yang perlu kita terapkan setiap kali kita terlupa akan-Nya. Dia sentiasa bersama kita. Dia lah yang menghidupkan pancaindera kita. Dia yang menguji kita. Dia juga yang membahagiakan kita. Dia yang membuat kita senyum. Dia yang membuat kita menangis.

Itulah tanda kebesaran-Nya. Bisakah kita bahagia tanpa rahmat daripada-Nya? Apa jua bentuk kebahagiaan yang kita peroleh, samada dari material atau rohaniah, semuanya datang daripada-Nya.

Bermuhasabahlah yang akan membawa kita lebih dekat dengan-Nya. Bisakah kita senyum tanpa kebenaran daripada-Nya? Dia sangat kasih pada kita. Cuma kita yang merasa jauh daripada-Nya dan tidak yakin akan kasih sayang-Nya.

Mohon lah disayangi-Nya. Mohonlah dicintai-Nya. Itu sudah cukup untuk membuat kita bahagia. Hati yang terikat pada manusia, tidak akan kekal lama. Malah, lebih banyak keperitan yang dihadapi.

Sedangkan, apabila terikatnya hati kita kepada-Nya, betapa tenangnya jiwa. Betapa indah segala musibah yang menimpa setelah kita diterangi mata hati dengan hikmah-Nya. Musibah itu diberi-Nya dengan pelbagai cara dan rupa. Namun, semuanya adalah untuk kebaikan kita.

Musibahlah yang akan memberi pengajaran dalam hidup kita. Dengan musibah kita akan mula mengenal kehidupan dunia. Setiap dari kita akan ditimpa musibah. Mungkin berlainan rupa namun pengajarannya tetap sama. Agar kita lebih matang, lebih mengenali pencipta kita. Indah bukan? Keindahan hati,  ketenangan hati, keikhlasan hati, itu yang perlu dicari.

InsyaAllah.. jika niat kita suci, ikhlas semata-mata kerana-Nya, Dia akan permudahkan jalan hidup kita. Dia akan tunjukkan jalan untuk kita. Kita hanya perlu meminta dan berusaha untuk mendapatkannya. Jalan yang diredhai-Nya. Jalan yang akan membuat kita bahagia.

“Ya Allah, sungguh dengan mengingati kebesaran-Mu, hati ini lebih tenang, terima kasih Allah. Sayangilah aku, cintailah aku, seperti mana Kau menyayangi umat-umat Mu yang terdahulu sebelumku.. amin..”

Artikel iLuvislam.com

Sekilas Pelayaran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s